Cilok dan setoples bumbu kacang

Image

Ingat jaman Sekolah dasar, jajanan favorit adalah cilok dan cireng.
Berkali kali melanggar larangan orangtua untuk tidak jajan sembarangan.
Tapi cilok selalu memanggilku jika jam istirahat tiba.

Cilok dengan bumbu saos kacang dicampur saos tomat yang tak tau rimbanya apakah berasal dari tomat atau sekedar pewarna murahan.
Cilok yang boleh dibeli dan langsung dicelupkan pada bumbu kacang tersebut dengan satu kali celupan.
Cilok dengan memori yang kuat melekat dan tawa masa kini jika ingatanku melambung pada sosok nakal teman sekelasku yang telah membuat berang penjual cilok yang lugu tapi jujur.
Temanku yang dengan polosnya kembali mencelupkan cilok yang telah dijilatnya pada bumbu yang berada di panci kecil milik si penjual.
Baahhhhhhhhhh, pada jaman itu tapi tawa pada masa kini.

Kini aku tak perlu lagi menahan air liur untuk berbuat gila dan polos seperti temanku untuk menjilat cilok dengan bergelimang saos yang gurih.
Kini aku bisa makan cilok sesuka aku, dengan saos kacang terlezat, dengan kacang yang diimpor dari negara pengimpor kacang terbaik, dengan cabe dan rawit yang didatangkan dari penghasil cabe dan rawit terbaik.
Dan aku bisa mencelupkan berkali kali cilok pada toples yang besarnya luar biasa untuk ukuran satu cilok kecil.
Tanpa harus merasa bersalah, tanpa harus mendapat murka dari penjual cilok di sekolahku, seperti temanku dulu.

Pada temanku, kudoakan kini kau bisa menikmati cilok dengan setoples besar bumbu kacang sepertiku.

Pada kau penjual cilok dan para penjual makanan SD di SDN Cijagra Jl. Situ Lembang Bandung, dimana kalian berada?
Si Iing tukang es doger sahabatku,
Mang Ari, tukang baso legendaris,
Si Crisye, penjual es campur terlezat,
Mang Abuy, tukang bubur langganan kami,
Si mang buah yang selalu memberikan ekstra sambal bubuk padaku, dia yang aku ingat selalu berlari ke mesjid Baladun Amin, setiap azan Azhar berkumandang, tak peduli jam segitu adalah saatnya istirahat kedua dimana anak anak siap membeli dagangannya, hingga aku selalu berlagak menjadi asistennya, melayani jika ada yang membeli.

Kudoakan pada kalian para pejuang hidup, para penjual bermental jujur dan baik hati, untuk selalu berbahagia di akhir hidup kalian. Jika mungkin kalian tak mendapatkan limpahan harta didunia kini, tak usah khawatir. Aku yakin seyakinnya, Tuhan yang Maha Kuasa telah mempersiapkan kenikmatan di lain tempat suatu saat nanti.

Dan untuk kawan kawanku penggemar cilok, mari kita nikmati cilok dan saos kacangnya yang berlimpah.

Rotterdam, 31 January 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s