Mengejar Gossip

Pagi ini, Luc tak bisa mengantarkan kami ke sekolah, karena dia harus pergi pagi sekali agar nanti bisa pulang cepat untuk acara Kertsdinner di sekolah Cinta dan Cahaya.
Berpikir keras, bagaimana agar aku bisa cepat kembali pulang ke rumah untuk segera nonton TV di rumah, mengikuti acara TV Indonesia yaitu Insert Selebriti dari Trans TV, yang kini hanya bisa aku nikmati setiap hari kamis saja karena hari lainnya aku harus sekolah.

Akhirnya aku memutuskan menempatkan Cinta dan Cahaya di buggy, dan aku bisa mendorongnya cepat, jika aku mujur bisa jalan cepat bahkan sedikit berlari, aku bisa sampai di sekolah antara 10 hingga 15 menit.

Ternyata seru, berjalan di pagi hari saat masih gelap gulita (pukul 08.10) di musim dingin yang diiringi hujan rintik rintik. Aku masih bisa berfoto ria sepanjang perjalanan menuju sekolah, terutama di hutan dan melewati bangunan tua tempat irigasi air berada. Anak anak terutama Cahaya  selalu menyebut rumah tersebut rumah nenek sihir. Setiap akan melewati rumah tersebut Cahaya selalu menolak dan memilih jalan lain yang lebih memutar, tapi hari ini tak ada pilihan lain karena dia berada di atas buggy.

Sampai disekolah pintu gedung dimana kelas mereka berada belum di buka, aku segera menurunkan mereka, menyimpan buggy dengan rapi di depan gedung, dan membiarkan anak anak saling berkejaran bersama teman temannya. Lima menit ibu guru datang membuka pintu, kami berhamburan masuk, menolong Cahaya membuka jas nya, sambil menyuruh Cinta untuk pergi ke kelas disebelahnya kemudian menyusul Cinta yang tengah sibuk masukan bekalnya di tempat yang telah disediakan, setelah menciumnya aku segera bergegas keluar gedung. Dalam pikiranku saat itu aku harus segera kembali ke rumah yang hangat, menikmati secangkir kopi ditemani tontonan gossip murahan yang aku nantikan.

Berjalan cepat ditemani gerimis hujan, melewati rumah si nenek sihir. Dan tringggggg!!! Buggy, buggy….. jeritku! Sial aku meninggalkannya di depan gedung sekolah. Tak mungkin aku membiarkannya disana, aku akan kena peringatan keras dari sekolah. Dengan gemuruh yang membabi buta dalam dadaku, aku berlari kembali ke sekolah. Tahukah kalian? Aku sudah berjalan lebih dari setengah perjalanan menuju rumah.

Kembali ke sekolah, aku bersyukur pintu gerbang belum ditutup dan dikunci. Sementara sang buggy dengan santainya sedang terparkir di gedung sekolah, seolah mentertawakan kebodohanku.

Aku kembali,berjalan pulang dengan langkah lesu, sedikit berharap aku masih bisa menikmati gossip tersebut. Dan begitu berbelok ke arah jalan dimana rumah kami berada, seorang nenek melambaikan tangan dengan riangnya sambil mempercepat langkahnya ke arahku.

Tak mungkin aku merutuk melihat dia, dan bayanganku untuk melihat gossip pupus sudah.
Dengan senyum mengembang, berusaha bersabar berusaha iklas dan dengan mengucap syukur, aku membalas lambaian tangannya.

Dan pagi itu kami mengobrol dengan riangnya di antara udara dingin, di pagi yang masih gelap bersama tetanggaku, wanita tua yang masih cekatan, yang selalu memancarkan kegembiraan dan yang selalu menanyakan keadaan orang tuaku di Indonesia, yang selalau menggenggam tanganku erat saat kami berbicara, yang tak pernah lupa selalu berharap aku mendapatkan hari terbaik setiap harinya.

Hari ini dengan senyum dikulum aku masih bisa bersyukur terbebas dari acara gossip.

PS. Tuhan selalu tau yang terbaik untuk umatnya 😉

Rotterdam, 19-12-2013

Image

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s