Jika aku besar nanti…..

Beberapa bulan sebelum Cinta dan Cahaya meninggalkan peuterspeelzaal, du adari teman mereka menyodorkan buku pertemanan yang harus mereka bawa pulang, dan tentu saja aku harus mengisinya. Isinya tak jauh dari biodata diri, nama, alamat, tanggal lahir, hobby dan tentu saja cita cita atau mau jadi apa kalau besar nanti.

Agak tergelak juga ketika aku menerima buku tersebut dan harus mewawancarai si kembar dengan pertanyaan sesuai di buku tersebut kemudian aku harus menuliskannya. Jawabannya sungguh diluar dugaanku, terutama si jawaban jika aku besar nanti.

Cahaya menjawab…. Later woord ik…. moeder. Alias dia mau jadi seorang ibu.
Cinta menjawab… groot en dik! Jika dia besar nanti dia akan menjadi besar dan gendut.
Ternyata saat aku membuka lembaran sebelumnya yang telah diisi oleh teman mereka sebelumnya, jawabannya tak jauh dari jawaban tersebut. Kebanyakan mereka menjawab ‘besar’ besar yang mereka maksud tentu saja tinggi, karena setiap anak selalu berkata “lihat aku lebih besar dari kamu”, dan sungguh memprihatinkan untuk Cinta dan Cahaya karena mereka termasuk (paling) kecil tubuhnya dalam kelas mereka. Tak heran menjadi besar adalah cita citanya.

Dan hari ini kembali aku harus mengisi vriendenboek dari salah seorang teman Cahaya.
Tentu saja pertanyaan kesukaanku adalah mau jadi apa kamu nanti?
Dan kali ini Cahaya menjawab jadi kucing (poesje)! Dan langsung aku koreksi, yang benar saja masa mau jadi kucing sih?
Tapi Cahaya berkeras dengan jawaban tersebut, kemudian dia mulai mempraktekan jadi kucing, mengendap endap, menjilat jilat kakiku, merangkak hilir mudik sambil mengeong ngeong. Aku tetap memint ajawaban lain dari Cahaya tapi Luc segera mengingatkanku, sudahlah…. dan lanjutnya tuliskan saja apa yang dia sebutkan.

Image

 

Dan ini beberapa jawaban dari teman teman Cahaya, tentang akan jadi apa jika mereka besar nanti,
Image

Image

Coba perhatikan jawabannya, ada yang menjawab jadi Angry bird, jadi Mega Mindy, jadi besar, jadi koning (raja), jadi prinses, balerina. Namun ada juga yang sedikit lain  yaitu jadi bloemist alias tukang kembang, jadi vulkaan anderzoeker alias ahli vulkanik atau gunung berapi, ada yang menjawab jadi guru. Tidak ada yang menjawab jadi pilot, jadi insinyur, jadi politikus, jadi hakim, atau jadi presiden, seperti kebanyakan jawaban teman temanku sewaktu aku kecil dulu.

Jadi teringat sewaktu aku kecil dulu aku selalu bercita cita jadi guru TK, bahkan cita cita tersebut tak berubah setelah aku besar, karena aku begitu mengidolakan guruku sewaktu TK. Lucunya kakakku yang nomor dua selalu bercita cita ingin jadi sopir bis, sederet perusahaan bis begitu dia hapal di luar kepala. Bahkan konon setelah dia kuliah dia masih suka nongkrong di kebun kelapa hanya untuk mengagumi bis bis luar kota yang sedang parkir, entah sekarang mungkin dia nongkrong di Leuwi panjang. Hehehe.

Dan yang sedikit membedakan dengan buku buku pertemanann di Indonesia jaman aku dulu adalah, disini selalu ada pertanyaan buku kesukaan atau sebutkan judul buku yang dianjurkan untuk dibaca. Dan tentu saja Cinta Cahaya masih selalu menjawab buku barbie, sedangkan jawaban teman temannya lebih beragam, mereka dapat menyebutkan secara specifik judul bukunya.

Image

 

Lihatlah jawaban jawaban Cinta (gambar atas) dari vriendenboek kepunyaan temannya, ada pertanyaan makanan kesukaan, sementara teman yang lainnya menjawab pizza atau panenkoeken, Cinta menjawab nasi! Hidup nasi, hidup anak Indonesia! Hehehe.

 

Rotterdam, 17-12-2013

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s