Puzzel

Cinta Cahaya terlahir sedikit dini dari bayi bayi lainnya. Cahaya terlahir dengana berat 2100 gram saja, dan karena berat badannya kurang dari standar bayi di Belanda (dan saya kira di Indonesia juga) maka dia diharuskan berada di mesin inkubator untuk beberapa hari. Karena berat badannya itulah pihak rumah sakit selalu mengontrol pertumbuhannya.

Cahaya, 6 bulan pertama di control pertumbuhannya oleh dokter di Erasmus

Cahaya, 6 bulan pertama di control pertumbuhannya oleh dokter di Erasmus

Di tahun pertama, dia menjalani berbagai test, kemudian saat kami harus bertemu dengan dokter phsikiater sang dokter yang lemah gemulai menyodorkan puzzel ke arah Cahaya dan dia berkata kepadaku, apakah cahaya mampu menempatkan satu saja puzzel di tempat yang benar? Tentu saja aku terheran heran bagaimana bisa anak yang baru saja berumur satu tahun beberapa hari yang lalu menempatkan puzzel dengan benar.

Dan alangkah terkejutnya aku, saat Cahaya mulai berusaha menempatkan kepingan kepingan puzzel ke papan yang telah disediakan, walau tak satupun dari kepingan puzzel tersebut yang ditempatkan secara benar tapi aku begitu bangga melihat usaha Cahaya yang begitu gigih, dan tentu saja dia mendapat komplemen dari dokter tersebut.

Usia dua tahun, kami bertemu kembali dengan dokter tersebut, untuk hasil yang kedua sang dokter tak begitu gembira karena dia mendapati Cahaya kurang dalam perbendaharaan bahasa Belanda, jauh dibawah nilai rata rata anak Belanda usia dua tahun, sehingga minggu berikutnya kami harus menemui dokter lain untuk melihat apakah hasil test akan menunjukan hasil yang berbeda jika dilihat oleh dokter yang lain, mungkin istilahnya dokter pertama meminta second opinion.

Celakanya, hasil dari dokter kedua pun tak menunjukan hasil yang berbeda dengan dokter pertama. Maka mulailah kami disarankan untuk meminta bantuan lokopedi dalam rangka mendongkrak kemampuan kosa kata Cahaya.

Kini aku mendengar laporan dari guru di kelasnya bahwa Cahaya anak yang aktif, anak yang disukai teman temannya, anak yang banyak menolong temannya, yang selalu berusaha menyelesaikan puzzel dengan tabahnya, tapiii….. dia selalu kesulitan jika sedang mengungkapkan pendapatnya, seperti harus berjuang lebih lama untuk mengeluarkan kata kata. Oohhhhhh!

Tak bermaksud membandingkan dengan Cinta, dulu kami selalu berpendapat bahwa Cahaya seperti lebih cerdas dari Cinta, cahaya yang pantang menyerah, cahaya yang mau duduk lebih lama dalam menyelesaikan puzzel, menyelesaikan gambar, kini aku melihat Cinta memang tak setekun Cahaya, tapi dia dapat menyelesaikan puzzel dengan cepatnya tanpa bantuan kami, dia dapat duduk menghadap meja makan dan menyelesaikan puzzel sebanyak 211. Angka yang tak terbayangkan olehku untuk ukuran anak 4 tahun, bahkan dirikupun belum tentu mau atau mampu menyelesaikan puzzel sebanyak itu dalam satu kali duduk.

Rotterdam, 15-12-2013

Image

Cinta dan puzzel

Advertisements

One thought on “Puzzel

  1. Itulah anak, dg sgl kelebihan n keunikannya…n kita khan sll bs mensyukuri perbedaan sifat itu…krn mereka kan memberikan perhatian n penyejuk hati kita diwaktu yg tepat krn ‘perbedaan’ itu…
    Love CnC…kalian bukti Kebesaran Allah tuk kehidupan …tetaplah mjd Cahaya Cinta kami kpd Yg Maha Pencipta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s