Soto Bandung

Bermimpi ingin makan makanan Indonesia terutama makanan Bandung tanpa memasak dulu.
Bisa kata Luc, tinggal makan di restauran Indonesia atau pesan alias thuis zorg.
Tapi, selaku…. rasanya selalu lain, selalu ada yang kurang, entah apa.
Dan aku selalu senang jika ada undangan di rumah teman Indonesia, karena selalu bisa makan makanan Indonesia tanpa masak dulu.

KIni aku bisa menyiasati bagaimana caranya menikmati makan makanan Indonesia dengan pengorbanan seminim mungkin.
Caranya?
Aku memasak sehari sebelumnya.
Ih sama aja bohong! Tetep aja kita yang masak. Ga juga sih. Saat aku memasak untuk makan malam (aku selalu masak sejam atau setengah jam sebelum Luc pulang kerja, jadi begitu dia datang, kita bisa langsung makan tanpa memanaskannya lagi) dan selalu porsi makanan  diatur hanya untuk 4 orang saja.
Nah kemarin selain aku memasak untuk hari itu, aku juga mengambil panci lain, mengisinya dgn 2 liter air, memasukan 700 gram daging sapi yang penuh lemak (yang tersedia di frezeer) menambahkan garam, daun salam, sereh, laja, sedikit ginger poeder, beberapa butiran pigmen. Begitu saja, membiarkan panci tersebut diatas kompor yang menyala tidak terlalu besar. Sementara aku kembali sibuk memasak untuk makan malam yang dilanjutkan makan malam kami sekeluarga.

Selesai makan, saat aku membereskan piring piring kotor di mesin cuci piring, aku juga tak lupa memasukan lobak yang telah dipotong potong ke dalam panci yang masih berada di atas kompor. Menggoreng kacang kedele yang telah direndam air panas sebelumnya. Membereskan dan membersihkan dapur, tak lupa mematikan kompor.

Dan hari ini di hari sabtu, tak lama setelah bangun pagi (pagi yang tak pagi lagi namun diluar sana masih sedikit gelap) aku sudah menonton TV Indonesia, sedikit gossip di Indonesia dan menonton berita di Indonesia yang menyerupai acara gossip juga menurutku. Luc menyediakan teh panas dan bertanya apakah ada yang mesti dia ambilkan dari dapur?
Denga ringan aku bilang…. semangkok soto please…… yang langsung dijawab dengan belalakan matanya. Hanya tinggal memanaskan dan memotong daun bawang, kemudian taburi kacang kedele, jangan lupa sambal de bij…. sayang…. en eeitttttttt jangan lupa sebelum soto masuk di mangkuk, nasinya jangan lupa ya, it’s ok nasi dingin bekas kemarin juga, kan sotonya panas mengepul. Seruku riang.

Dan tralaaaaaaaa kurang dari sepuluh menit pesananku sudah tersaji di hadapanku.
Maka cerialah pagi ini dengan soto bandung yang dalam anganku tinggal datang ke jl Cibadak Bandung, duduk di bangku panjang dengan meja yang panjang juga dan menikmati kepulan soto bandung, yang ga pake macet dulu saat mendapatkannya.

Image

Rotterdam, 14 – 12 – 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s