Sinterklaas en Zwarte Piet

Bulan Desember 2008, aku berfoto dengan Santa Claus atau Kersman

Bulan Desember 2008, aku berfoto dengan Santa Claus atau Kersman

Di akhir tahun 2008, aku pindah ke Belanda. Saat itu gema Sinterklaas sudah mulai terasa di setiap pertokoan. Saat Luc bertanya apakah Sinterklaas dirayakan di indonesia? Jawabku dengan yakin tentu saja, tapi khusus oleh mereka yang beragama Kristen. Dengan nada keheranan Luc membuka komputer dan mencari tahu apakah benar Sinterklaas di rayakan di Indonesia, kemudian jawabnya, Sinterklaas dan zwarte Piet tidak popular di Indonesia, di Indonesia hanya Santa Claus yang popular. Oh ya? Tanyaku kebingungan, kemudian Luc memperlihatkan perbedaan antara Sinterklaas dan Santa Claus. Dan tentu saja sekarang terang bagiku perbedaannya. Sinterklaas yang tinggi kurus sedangkan Santa Claus yang gemuk dan pendek.

Sinterklaas yang dipercayai anak anak di Belanda yang akan datang setiap tanggal 16 nov menggunakan stamboat atau perahu yang mengepulkan asap tebal hitam akan disertai oleh pembantunya Piet hitam yang akan membantu Sint dalam membagi bagikan hadiah. Kemudian setiap tanggal 5 Desember, anak anak akan merayakan Sinterklaas, tentu saja cerita klasik bahwa Sinterklaas akan datang di malam itu dengan membawa banyak hadiah khusus untuk anak yang baik sedangkan anak yang nakal akan mendapatkan rue alias pecut di pantatnya. Dan setelah tanggal 5  Sinterklaas bakal berlibur ke Spanyol.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sinterklas

Sedangkan Santa Claus yang lebih di kenal di Amerika konon berasal dari Nord Pole dan akan datang menggunakan kereta yang dikendarai rusa yang bisa terbang.
http://ms.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus

Dan pada tanggal 26 november Zwarte Piet dateng ke sekolah Cinta dan Cahaya, katanya sih pada malam hari dan membuat kekacauan di kelas. Semua berantakan dan tentu saja selalu ada kadotje atau hadiah kecil yang ditinggalkan Piet di kelas mereka. Dan hari itu anak anak berteriak histeris melihat kelas mereka yang berantakan alias aksi Piet. Moment tersebut dikenal dengan ‘romel Piet’.
Berikut beberapa foto yang berhasil aku kumpulkan selain dari kelas Cinta Cahaya.

Image

Image

Image

Image

Lihatlah betapa nakalnya Piet, membuat kelas berantakan tapi untunglah anak anak segera membereskannya kembali sambil mengoceh kiri kanan, khusus di kelas Cinta dan Cahaya, di dekat pintu masuk beberapa hadiah kecil sudah tersusun rapi beserta gulungan kertas yang ternyata Piet diploma, berupa laporan apa saja yang telah dilakukan Cinta Cahaya di sekolah, seperti sudah bisa mewarnai, menggambar dan juga senam. Sedangkan di kelas yang lebih besar hadiah dari Sinterklaas harus mereka cari sendiri di antara barang barang yang berserakan di kelas, beserta petunjuk kecil dari Piet.
Image

Dan tibalah tanggal 5 Desember, hari yang banyak dinanti anak anak di Belanda, dan tadi pagi begitu anak anak datang ke sekolah, kami sudah disuguhi musik yang keras, dan tiga zwarte Piet yang sedang berjingkrak jingkrak di atas atap kelas, sehingga anak anak yang akan masuk kelas tertahan ingin melihat aksi zwarte Piet.
Untunglah Cinta Cahaya segera masuk kelas begitu bel berbunyi, dan mendengar intruksi dari guru mereka yang menyuruh mereka tetap memakai jaket karena mereka akan segera keluar melihat Sinterklaas di halaman sekolah. Benar saja setelah membariskan anak anak, guru mereka segera menggiring anak anak ke halaman sekolah bergabung dengan anak anak lainnya yang lebih besar, berada di luar kelas tidak berlangsung lama hanya menyambut kedatangan Sinterklaas, jingkrak jingkrak dan masuk kelas kembali, hanya lima belas menit saja!

Image
Zwarte Piet berda dia tas dak

Image
Cinta diantara teman temannya yang sedang menunggu Sinterklaas
Image
Cahaya dan teman teman kembali ke kelasnya

Dan sore tadi, saat kami berjalan pulang sekolah, aku bertanya tentang hari mereka di sekolah, apakah mereka bertemu Sinterklaas? Yang langsung di jawab dengan riang gembira oleh mereka, tapi kemudian Cahaya berkata lirih padaku, Sinterklaas niet echt Bunda… Sebelum aku menjawab, Cahaya sudah menjawab dengan teriakan nya yang khas…echt hoor! Dan sepanjang jalan pulang kedua anak tersebut saling beragumentasi apakah Sinterklaas itu nyata atau bohongan. Sementara aku tenggelam dalam pikiranku sendiri, anak sekecil itu…. sudah mulai berpikir, anak empat tahun itu!

Dan, tibalah pakje avond alias malam Sinterklaas dateng ke rumah rumah mengirimkan hadiah buat anak anak. Dan khusu hari ini, Cinta Cahya minta tidur cepat, imajinasi mereka dipenuhi dengan kedatangan Sinterklaas malam ini, jika mereka tidur cepat, mungkin Sinterklaas juga akan dateng cepat ke rumah mereka, hehehe.

Mereka satu jam lebih awal masuk ke kamar, sementara kami siap siap membuat drama Sinterklaas, biasanya kami berada di rumah Sandra teman Luc tapi tidak tahun ini, anak anaknya sudah besar dan avond pakje sepertinya tidak menarik lagi bagi mereka. Setengah jam kemudian Luc menurunkan tiga karung kado dari kamar kami, kado yang kami persiapkan berminggu minggu sebelumnya, karena Luc benar benar ingin melihat tumpukan kado seperti gunung seperti saat dia kecil dulu, maka untuk itu aku menyiasati dengan membeli barang barang yang memang kami buttuhkan dan menggunakannya nanti setelah tanggal 5 dec nanti, dan inilah hasilnya, ada nampan besar yang memang kami butuhkan, ada kream malam, minyak wangi tapi menyenangkan juga karena Luc menghadiahkan buku dan minyak wangi yang tak aku sangka sebelumnya. Untuk Cinta Cahaya kami membungkuskan banyak buku mewarnai yang mereka sukai. Juga beberapa kado dari teman Luc yang dikirim lewat pos dan juga dari temanku.

Lucu, saat Luc membunyikan bel rumah sementara aku berteriak teriak, siapa yang datang? kemudian dengan suara bariton Luc menjawab… ho ho ho, kemudian pintu ditutup dan Luc berteriak dank u Sinterklaas, sementara itu aku curiga tak ada keributan di dalam Cinta Cahaya, aku masuk dengan suara riang ke kamar mereka, dan haahhhhh? Aku mendapati mereka sedang tidur nyenyak! Jam di dinding menunjukan pukul 7 malam!

Hahaha, betapa terlihat bodohnya kami berdua, berteriak teriak seru sementara kedua anak dimana drama itu kami pertunjukan sedang tidur dengan nyenyaknya. Dengan ogah ogahan akhirnya mereka mau juga ke luar kamar dan mulai berseri seri ketika melihat karung kado di ruang tengah.
Image

Dan inilah gunung kado yang Luc impikan berada di ruang keluarga kami, beserta kehebohan Cinta Cahaya saat membuka kado kado tersebut.

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s