Huisvrouw – Housewife – Ibu Rumah Tangga

Dijaman sekarang (konon) kita harus bangga jika kita berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Katanya jika ada yang bertanya apa pekerjaanmu, jawablah dengan tegas ‘aku berprofesi sebagai ibu rumah tangga’ jangan menjawab dengan malu malu dan tak percaya diri, semisal ah aku hanya ibu rumah tangga saja. Tentu saja, seorang istri sekaligus ibu yang bekerja dan mereka tetap bisa menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya dengan fantastis, menurutku merekalah wanita istimewa. Karena bagaimanapun aku tetap bercita cita ingin bekerja juga suatu saat nanti.

Namun saat ini, karena aku sibuk bersekolah juga, rasanya aku mulai kewalahan dengan jadwal dan kegiatan yang semakin bertumpuk, rasanya aku kehilangan waktu berlama lama di dapur untuk memasak, tak ada lagi kegiatan jahit menjahit di malam hari karena jika malam tiba aku sudah kelelahan dan tak tertarik lagi untuk menjahit atau merajut.

Seperti dua hari terakhir ini, Cinta sakit. Otomatis kami berdua tak bersekolah. Dan alangkah tak menyenangkannya saat aku harus mendorong Cinta di kereta bayi saat mengantarkan dan menjemput Cahaya bersekolah. Sore tadi saat aku akan menjemput Cahaya dan mendapati Cinta yang sedang tidur nyenyak, tak terkira betapa gundah gulananya diriku terlebih denga turunnya hujan. Membangunkan Cinta, memakaikan jaket, syal, sarung tangan dan topinya, mendudukannya di buggy, menyelimuti kakinya.

Kemudian barulah aku melangkahkan kaki keluar rumah, bersamaan  tetangga sebelah rumah yang juga akan menjemput anak anaknya. Kami berjalan dalam diam, entah ada angin apa, si tetangga yang biasanya tak pernah berbasa basi padaku, dia melontarkan pertanyaan melihat Cinta yang duduk di buggy, tak sekolah? Tanyanya. Yang langsung aku iyakan, sakit kataku menambahkan. Dan mulailah kami membuka obrolan, aku bertanya pada bayi yang ada di kereta dorongnya, dia menjelaskan baru melahirkan belum dua minggu, aku terbelalak, sungguh aku tak menyangka bahwa sebelum dua minggu ini dia sedang hamil, aku kira dia hanya gemuk saja, sedangkan satu anaknya yang tengah berdiri di kereta bayi tersebut (seperti kereta gandeng) berumur kurang dari dua tahun. Dan anak yang berjalan di belakang kami berumur tiga tahun dan duduk di kelas peuterspeelzaal, bersekolah 4 hari dalam seminggu, dan hari jumát adalah hari liburnya. Aku tau bahwa anak anaknya yang akan dijemputnya lebih dari satu orang, dan tanyaku, di groep berapa anakmu yang akan kau jemput? Jawabnya santai…. groep satu, dua dan tiga!!!

Blaammmmmm!
Enam orang anak, yang bertautan umur antara satu hingga satu setengah tahun dengan saudara saudaranya.

Hohoho, mendengar jawabannya, tiba tiba saja hatiku riang gembira. Tak ada keluh kesah lagi saat harus menjemput satu anak di sekolah sementara anak yang satunya sedang sakit panas dan harus juga ikut menjemput saudaranya di sekolah, karena tak memungkannya ditinggal sendiri di rumah. Tak ada pilihan lain.

Kemudian sambil berdendang aku melanjutkan mampir ke supermarket setelah menjemput Cahaya. Tiba tiba aku tak mau menunggu Luc pulang dari tempatnya bekerja untuk memintanya belanja kebutuhan dapur seperti biasanya, dan di tengah hujan rintik rintik kami menjambangi toko daging dan dua supermarket, di salah satu supermarket kami bertemu dengan teman sekelas Cahaya yang ibunya sedang berbelanja juga dengan membawa bayi dan satu dua anak yang salah satunya teman sekelas Cahaya dan yang satunya kakak si bayi.

Jadi kawan, bukan pemandangan yang aneh jika di Belanda banyak dijumpai ibu atau ayah yang sedang mendorong kereta bayi sementara ada dua atau tiga anak lainnya yang berjalan di belakangnya.

Rotterdam, 29 November 2013

Cinta menunggu di luar kelas, sementara bunda mengantar Cahaya kedalam kelas

Cinta menunggu di luar kelas, sementara bunda mengantar Cahaya kedalam kelas

Kasih makan bebek dulu sebelum pulang ke rumah
Kasih makan bebek dulu sebelum pulang ke rumah

Cahaya bertemu teman sekelasnya (anak laki laki) dan sempat bermain main dulu sementara ibu dan dua adiknya berada di kassa
Cahaya bertemu teman sekelasnya (anak laki laki) dan sempat bermain main dulu sementara ibu dan dua adiknya berada di kassa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s