Pramoedya Ananta Toer

Pernah baca novel karangan Pramoedya Ananta Toer?

Dulu aku hanya membaca dan mendengar namanya saat pelajaran bahasa Indonesia di sekolah, apa itu semenjak SMP atau SMA, aku lupa lagi, hanya yang aku tahu dia penulis, yang menulis hampir semua karangannya di penjara. Dan yang melekat erat dalam ingatanku adalah dia seorang komunis. Itu saja!

Bulan februari 2012 saat aku berada di sebuah toko buku di Bandung, aku melihat buku buku Pram di jajaran rak, aku membaca sampul belakangnya sekilas, sedikit menarik perhatianku dan segera memasukan dua buah buku karangan beliau secara acak ke tas belanjaanku.

Sesampainya di rumah, ayahku melirik belanjaanku, lalu katanya sambil lalu….. oh Pramoedya yang dipenjara karena komunis itu ya, konon dia penulis handal, ujar ayahku.

Dan aku segera bertanya pada ibuku yang ada di samping ayahku, apakah ibu pernah membaca buku karangan Pramoedya? Off course aku harus bertanya pada ibuku karena dari beliaulah aku tahu tentang buku buku novel, ayahku tak tau menahu tentang novel dia hanya tertarik pada buku buku pengetahuan dan sebagian besar berbahasa Inggris. Dan ibuku menjawab pada masa itu ibu tak pernah menemukan buku karangan Pramoedya.

Dan tiga hari yang lalu, aku mengambil secara acak buku baru yang akan aku baca, dan tanganku mengambil novel karangan Pramoedya yang berjudul Anak semua bangsa.

Satu halaman, dua halaman dan seterusnya hingga belum mencapai sepuluh halaman, aku terhenti dan menjerit dalam hati…Dam! Who is Pramoedya? Bagaimana bisa dia menulis sebegitu indah? Atau terkadang begitu sinisnya menggambarkan suatu keadaan? Dan semenit kemudian aku telah duduk di depan komputer mencari tahu siapa dia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pramoedya_Ananta_Toer

Walaupun buku yang tengah aku baca adalah buku kedua dari tetralogi pulau buru, tapi aku dapat menikmatinya tanpa harus membaca buku pertama terlebih dahulu, dan dari wiki pula aku tahu bahwa buku buku Pram diterjemahkan setidaknya hingga 41 bahasa yang berbeda dan tersebar luas di seluruh dunia. Dengan berbekal itu pula aku mulai mencari mungkin aku dapat menemukan buku buku Pram dalam edisi bahasa belanda sehingga aku bisa menghadiahkannya pada Luc.

Sialnya aku tak dapat menemukan buku yang aku maksud di toko online langganan kami, sehingga aku harus bertanya pada Luc bagaimana cara mencari buku yang aku maksud. Kemudian Luc hanya duduk sebentar di depan komputer dan berhasil menemukan buku buku Pramodya dan komentarnya…. aku ingin membeli seluruh seri dari tetralogy pulau buru. Dan kemudian seruku…tapi aku cuma punya satu buku saja dari empat buku seri tersebut. Aku bermaksud membelikan buku yang tengah aku baca agar kami bisa membaca bersama sama dan punya teman berdiskusi untuk membicarakan buku yang kami baca, sayang aku hanya punya buku jilid dua saja sedangkan Luc ingin membaca buku dari jilid pertama agar rentet ceritanya.

Maka aku harus menghentikan buku yang tengah aku baca dan menggantinya dengan judul lain yang tak ada hubungannya dengan tetralogy pulau Buru, dan buku yang aku punya berjudul gadis pantai. Baru membaca halaman pertama aku sudah terkekeh kecewa karena dijelaskan di halaman tersebut bahwa gadis pantai adalah novel unfinished, karena dua buku lanjutannya tak pernah berhasil ditemukan dimana rimbanya setelah pembakaran buku buku Pramoedya oleh angkatan Darat pada tgl 13 okteber 1965.

Baiklah kalau begitu, aku tetep membaca Gadis pantai tadi malam yang langsung aku habiskan hampir setengah buku hingga acara favoritku di TV lewat begitu saja saking asyiknya membaca novel baru.

Dan tadi pagi datang dua buku pesanan Luc, yang kemudian siang harinya muncul lagi satu buku second hand berjudul Kind van alle volken alias anak semua bangsa buku kedua dari tetralogy pulau buru yang saat ini telah aku miliki.

Karena Luc membeli buku tersebut dari toko online dan dijelaskan bahwa dua buku lainnya adalah second hand, dan saat salah satu buku second hand itu muncul di rumah kami, di dalam kemasan buku tersebut diselipkan kartu pos berisikan tulisan tangan si empunya terdahulu, semacam referensi positisf mengenai karya karya Pramoedya dan memberikan advis untuk membaca judul lainnya, yang menurutnya sangat mengasyikan saat membaca karya karyanya.

So, adakah diantara kalian yang pernah membaca juga tulisan Pramoedya?

Rotterdam, 28-4-2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s