Living on One Dollar

Kemarin malam aku nonton film dokumenter berdurasi hampir satu jam saja.
Menceritakan tentang empat pemuda yang ingin merasakan bagaimana rasanya sebanyak 1,1 milyar orang di seluruh dunia hidup hanya dengan kurang dari satu dollar saja sehari. Maka untuk merasakan itu semua, keempat pemuda itu pergi ke desa Pena Blanca di Guatemala berbekal kamera dan uang 56 dollar perorang untuk menghabisakn 56 hari di desa tersebut.
http://www.imdb.com/title/tt2625598/?ref_=fn_al_tt_1

Melihat film tersebut aku tidak hanya kagum akan keberanian Chris, Zaht, Rian dan Sean. Akan tetepi juga mengikuti penceritaan mereka dalam film yang sungguh mengguggah perasaan, tak hanya penceritaan bagaimana orang orang tersebut tetap berpikir untuk dapat hidup dengan satu dollar saja perhari, dimana mereka belum pernah mengalaminya, berjuang dalam berpikir untuk tetap survive tapi juga menyuguhkan persahabatan dengan penduduk setempat.

Jadi jangan heran, jika setelah melihat film tersebut hatipun terasa lebih damai dan bahagia. Dan juga pensyukuran yang tiada henti atas semua rizki yang telah aku terima selama ini.

Dan tentunya selalu ada penghayalan dalam hatiku, bisakah para generasi muda Indonesia seperti keempat pemuda tersebut? Yang dengan keberaniannya pergi dan bisa menginspirasi banyak orang dengan pengalamannya? Yang dengan begitu seriusnya menuliskan seluruh pengalamannya, menelitinya, mempelajarinya dan berusaha menemukan solusi, yang menurut mereka tidak mudah.

Begitu miris dengan banyak berita yang aku dengar tentang generasi muda bangsaku yang kini lebih banyak demo di jalan dibanding mencari solusi dengan cara penelitian seperti mereka.

Miris dengan maraknya berita tawuran antar pelajar di tanah air. Kenapa mereka melakukan itu semua? Kenapa tak giat belajar saja? Sementara di belahan dunia lain begitu banyak orang yang menginginkan sekolah dengan damai. Bahkan seorang Malala pun begitu gigih berjuang untuk sekolah walau berada dalam todongan senjata? Tak dapatkah kalian mencontoh hal hal positif saja?

Jempol pada mereka yang berusaha mengadakan perbedaan di dunia ini untuk menciptakan dunia yang damai dan sejahtera.

Rotterdam, 31- 10 – 2013

Living on one dollar

Living on one dollar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s