Having turned 40 years old

Waktu usiaku menginjak 10 tahun, hari bahagia itu kami rayakan tanpa ayahku. Dia sedang dinas di luar kota. Dan my wishes saat itu adalah aku berharap ingin cepat cepat menginjak umur 17 tahun, membayangkan akan tiba waktuku memakai seragam abu abu dan membuat planning ingin menikah di usia 21 tahun, harapan itu aku panjatkan saat usiaku 10 tahun.

Waktu usiaku menginjak 20 tahun, aku tak begitu ingat bagaimana kami sekeluarga merayakannya, tapi yang jelas akan selalu ada kue ulang tahun di malam hari, dan saat aku teringat harapanku untuk menikah di usia 21 tahun, membuat diriku tertawa geli. Dan aku merevisi ulang permintaanku.

Waktu usiaku menginjak 30 tahun, dua hari sebelum hari H-nya ulang tahunku, aku melarikan diri dari kantor, ambil cuti selama satu minggu dan pergi berlibur ke Surabaya. Hatiku gundah gulana saat menjelang usia 30 tahun. Belum menikah! Tepat di hari ulang tahunku yang ke 30, hand phoneku berdering tepat di pukul 12.00, tertera nomor kantor di layar hand phoneku. Detik berikutnya aku mendengar teriakan kompak di ujung sana………. happy birthday bu Nuruullllllllllllll, koor yang indah sekali.

Seketika kekhawatiranku hilang, hatiku diliputi kebahagiaan, ada teman teman seperjuangan yang menyampaikan selamat ulang tahun dengan cara yang indah. Dan dadaku menjadi ringan, tak ada rasa cemas karena telah menginjak usia 30 tahun.

Tahun tahun berikutnya setelah usia 30 tahun adalah, pembelajaran dan pensyukuran untuk diriku sendiri. Aku hanya mau menikmati hariku yang masih single, have fun bersama teman, bercerita tentang ini itu dengan ibuku, bertualang sampai ke negeri Jepang dan Belanda. Mencoba lebih berkompromi dengan nasib.

Maka tak ada kecemasan kecemasan sosial saat usiaku lagi dan lagi dan lagi bertambah, dan kecemasan yang muncul kini lebih pada keinginan untuk mengisi rohaniku, bertanya pada diri sendiri sudah benarkah aku hidup dengan aturan yang aku yakini?

Jika aku masih diberi hidup oleh Tuhan, masih akan ada dua tahun lagi untuk menuju angka 40. Dan beberapa hari terakhir ini aku sibuk mengingatkan suamiku bahwa dia akan segera menginjak usia 40, aku bertanya bagaimana suasana hatinya menjelang 40?

Dan dia menjawab, hanya semakin tua saja dan hanya perubahan angka saja, dari 39 menjadi 40. Dan pintanya dia tak mau hadiah ulang tahun, tak mau pesta apalagi pesta kejutan.

Dari jawaban dan permintaannya adalah suatu perenungan buat diriku.

Bukan masalah angka yang berganti, bukan masalah besarnya dari perubahan angka yang berganti tersebut, tapi berapa besar keberanian kita untuk berdamai dengan keadaan.

Dan bagi diriku mengenai dirinya yang kini mencapai angka 40 adalah aku semakin ingin berusaha menempatkan diriku untuk selalu memahaminya. Ingin lebih bersabar jika sedang berbeda pendapat dengannya. Ingin ikut berdendang saat dia suka hati dan ingin bisa merubah suasana hatinya jika dia sedang bersedih menjadi gembira. Bukan karena hal itulah yang dia lakukan untukku tapi hal itu pulalah yang bisa memperkaya rohaniku.

Selamat ulang tahun suamiku……….

Rotterdam, 03 – 01 – 2012

PS. Dan beberapa hari yang lalu finally aku melewati angka 40, dan Luc kau benar…. hanya angka saja yang berganti dan jangan sampai angka yang berganti itu sia sia, jika kita tak lebih baik dari kemarin.
Thanks Luc, always  be my side, be my best partner!Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s