Anakku, maafkan bundamu

Anakku,

Bunda baru saja membaca artikel dengan judul ‘terbukti manusia’

Manusia seringkali membutuhkan bukti sebelum benar-benar yakin. Butuh sakit sebelum yakin untuk meninggalkan kebiasaan buruk. Butuh nilai buruk untuk yakin belajar lebih giat. Butuh kehilangan sebelum yakin untuk menjaga apapun yang (ternyata) dicintainya dengan sungguh-sungguh. (by aafuady.wordpress.com)

Dan itu adalah benar anakku,

Kadang bunda lupa, akan ada moment penyesalan setelah bunda memarahi kalian, setelah bunda berlaku tak sabar pada kalian, setelah bunda sibuk berceramah panjang pendek tak karuan. Dan bunda kadang makin geleng geleng kepala saat kalian tak mengerti juga.

Maafkan bundamu anakku, akan tak berdayaan bundamu dalam mengatur emosi. Tapi percayalah anakku, bundamu tak akan pernah berhenti belajar.

Kau tahu anakku, bahwa bundamu tak pandai menyusun kata dengan indah, kadang tak tau harus bagaimana bercerita dengan heboh agar orang lain bisa memperhatikan kita. Dan anakku, kadang bundamu selalu bertanya pada diri sendiri apakah bundamu telah mengajarkan yang terbaik pada kalian?

Anakku dengan membaca artikel tersebut bunda seakan diingatkan untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk kalian, bunda tak ingin bukti yang menyakitkan untuk membuat bunda menjadi lebih menghargai atas apa yang telah Tuhan titipkan pada bunda.

Anakku, i love youImage

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s