Welcome dan hati yang bersih

Bersihkan hatimu, maka kau akan memandang dunia ini begitu indah.

Itu kata si A.

Kau akan merasa damai jika tak ada prasangka buruk dalam pikiranmu.

Begitu kata si B.

Tersenyumlah dan sebarkan cinta kasih melalui perkataan dan perbuatanmu.

Lanjut si A.

Tahukah kau, hidup akan lebih mudah jika hatimu bersih.

Timpal si B.

Dan hari lebaran kamis kemarin, teman SMA-ku datang dari Jerman, bertanya dengan antusias bahwa dia ingin merasakan suasana lebaran di Rotterdam, bertanya harus kemana dia singgah untuk ikut shalat Ied. Dan aku memberi tahu lokasi dimana aku biasa shalat Ied selama ini di Rotterdam.

Temanku datang bersama suaminya yg orang Belanda dan seorang temannya asal Indonesia ke zaal dimana shalat Ied diadakan. Aku melihat mereka menikmati berada di tempat itu, berbaur dan bercengkrama dengan mereka yang hadir, hingga acara tersebut berakhir.

Sore hari mereka bertiga mengunjungiku dan menginap satu malam di rumahku. Suaminya bercerita dengan antusias bahwa dia senang luar biasa berada di antara mereka yang hadir di zaal untuk merayakan lebaran. Kagum bahwa mereka bertiga diterima dengan ramah dan hangat. Istilah yang dilontarkan olehnya adalah semua orang yang ada disitu sungguh welcome, katanya.

Mendengar komentarnya yang positif tentu saja membuat diriku senang dan nyaman, ikut merasakan kebahagian yang mereka rasakan. Tak sia sia mereka menempuh ratusan kilometer.

Terlintas dalam pikiranku tiba tiba, mengapa mereka begitu merasa nyaman? Mungkin benar apa kata suami temanku bahwa kami semua begitu welcome pada mereka tapi yang mungkin tepat adalah karena mereka mempunyai hati yang bersih, tak memandang negatif pada kami, tak ada prasangka buruk dan muncullah hati yang damai.

Seperti apa yang selalu Cinta ajarkan padaku, dia anakku selalu memandang semua orang begitu fantastis dan menakjubkan. Dia selalu berkata bahwa semua orang adalah baik dan menyenangkan, dia bisa begitu menerima orang paling ‘menjengkelkan’ sekalipun dengan gurauannya yang khas…. bunda orang itu ‘gek’ tapi aku menyukainya dan mencintainya, orang itu lucu sekali bunda… lucu bisa bikin bunda jengkel.

Kembali pada temanku dan suaminya, setelah mereka kembali ke Jerman, mereka mengirimkan pesan singkat hatur nuhun diiringi tulisan for the most two beautiful days of the year.

Pesan yang membuatku terharu.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s