Baju Lebaran

Jaman kecil dulu, tradisi di lingkungan masa kecilku adalah anak anak mendapat baju baru setiap kali lebaran.

Tapi tidak dengan diriku.

Orang tuaku tidak mentradisikan membelikan baju baru saat lebaran. Kami hanya mengenakan baju terbaik yang kami punya, tapi tidak baju baru.

Hingga aku tak bisa ikut bersombong ria saat teman temanku bercerita bahwa si A punya baju lebaran dua potong, tiga potong bahkan ada yang mencapai 7 potong, saking hiperbolanya. Itu yang aku ingat.

Tapi pernah juga aku ngambek pada ibuku, ingin dibelikan baju lebaran seperti anak anak lainnya.

Dan ibuku hanya terbahak dan mengabulkan permintaanku membeli baju lebaran.

Dengan bertambahnya umur, aku tak pernah ngambek lagi dan merasa senang karena aku berbeda dengan anak lainnya, aku tak ikut berheboh ria memburu baju lebaran.

Tapi setelah aku kerja dan punya uang sendiri, ternyata aku malah senang hanting baju baru sebanyak banyaknya saat lebaran tiba, tentu saja bukan baju untuk lebaran tapi hanya sekedar beli baju baru saja.

Aku tak pernah repot memikirkan baju apa yang akan aku pakai saat Idul Fitri tiba atau saat bersilaturahmi. Biasa saja.

Hingga kini, setelah tinggal di Belanda.

Tapi hari ini berbeda,

Esok hari raya.

Sungguh baru kali ini aku berpikir, baju apa yang akan aku kenakan esok hari?

Celana jins dan kaos lengan panjang seperti biasanya aku gunakan ke mushola?

Tak mungkin aku mengenakan kaos lengan panjang yang rata rata tebal.

Tidak untuk esok hari.

Prakiraan cuaca menjelaskan esok hari akan bersuhu 33 derajat celcius di Rotterdam, dan konon esok hari merupakan musim panas terpanas sejak tahun 1994 di Belanda, hanya esok hari.

Menyesal kenapa hari hari kemarin aku tak mempersiapkan kemeja lengan panjang yang tipis untuk musim panas, kenapa aku tak memikirkan baju apa yang akan aku kenakan untuk hari Raya Idul Fitri.

Mungkin sudah saatnya aku berpikir untuk membeli baju lebaran seperti orang orang umumnya atau ikut jumpalitan berburu baju baru di pasar baru seperti foto yang aku lihat di internet, hahaha

PS. Yayang, sudah saatnya kau memiliki dan memakai baju muslim yang pantas πŸ™‚

Selamat hara Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir bathin (it’s realy deply from my heart)

Rotterdam, 19-8-2012

pasar baru

Pasar baru bandung 2012 (sumber foto: kompas) Selamat berbelanja sodara sodara πŸ™‚

Advertisements

One thought on “Baju Lebaran

  1. he he… berarti sama ya.. kita tidak dibiasakan beli baju pas lebaran. dan saya coba menurunkan itu ke anak-anak. kalaupun beli lebih kepada baju buat sehari-hari yang kebetulan dapet diskon (dasar emak-emak). oh ya.. punya baju muslim yang pantas memang jadi andalan. saya udah 5 lebaran pake gamis yang sama dan hanya dipakai pada saat Idul fitri dan Idul Adha ha haha…(mungkin tetangga bosen ya…tapi da saya mah nyantei weeh..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s