Teori Relativitas

Berbicara dengan sahabat seumur hidup alias suami butuh seni komunikasi yg unik. Apalagi saat bicara mengenai keyakinan dan pendapat, selalu ada perbedaan. Dan cara menyamakan jawaban itulah yang paling rumit.

Dulu saat baru baru berumah tangga, aku selalu egois menerapkan tentang keyakinan yang aku yakini pada suami, selalu mengajarkan apa yang aku tau sebisa mungkin pada suami. Pertama tama dia selalu mengiyakan dan tidak pernah membantah walau tidak juga mengerjakan apa yang aku suruh, hanya jawaban nanti nanti dan nanti. Aku selalu memahami jawaban ‘nanti’ sambil berpikir, toh kalo aku mengerjakan apa apa menurut keyakinanku lama lama dia akan mengerjakan juga, tapi tidak semudah itu ternyata……

Dia lebih suka berdiskusi. Dan diskusi bukanlah sesuatu yg aku kuasai dan aku sukai. Dalam diskusi selalu akulah pihak yang tidak bisa meneruskan jawaban, karena lawan bicara yang aku hadapi adalah orang yang sudah selama 39 tahun selama hidupnya mendewakan science. Apa apa selalu dikaitkan dengan science bahkan bacaannya tiap pagi adalah science daily, situs dimana para jelmaan Einstein berada.

So untuk menyiasati setiap perdebatan jika aku akan kalah, sekarang aku punya trik khusus, kadang aku menyelipkan beberapa formula khusus para penemu (dengan maksud agar dia tertarik), seingatku saat aku masih SMA, seperti percakan malam tadi……

Setelah bla bla bla berbicara mengenai sekarang ini pencarian tenaga kerja sudah meminta sample DNA bagi para pelamar kerja, dan perusahaan besar menyakini bahwa mereka bisa menemukan pekerja yang baik jika DNA nya juga cocok untuk pekerjaan yang akan mereka jalani, tapi baru baru ini beberapa perusahaan membantah bahwa tidak selalu DNA yg saat di tes cocok untuk pekerjaan tertentu ternyata bisa juga meleset dan mereka mulai meragukan pencarian tenaga kerja yang baik melalui DNA.

Saat itu aku langsung menimpali, itulah sebabnya kita jangan terlalu percaya pada science, karena tidak sepenuhnya science akan selalu benar, ingat saja akan teori relativitas dari Einstein tentang percepatan dan perlambatan, kataku bangga bisa mengingat teori tersebut, tidak semua perhitungan satu tambah satu akan jadi dua, akan selalu ada hal hal lain yang bisa juga menyatakan jadi tiga, jawabku asal.

Dan, jawaban itulah yang menjadikanku bumerang…..

Kata suamiku sambil berpikir dan kemudian beranjak ke komputer…..tunggu dulu saya kira teori relativitas salah satunya mengenai paradox kembar, bukan mengenai perhitungan yang sudah pasti akan menjadi berbeda, lanjutnya.

Tralaaaaaaaaaaaaaa, ketauan aku menjawab sok tau.

Untunglah mengenai perlambatan dan percepatan ternyata benar, juga saat aku menimpali bahwa teori relativitas dipengaruhi oleh teori Newton mengenai gravitasi ternyata benar, so aku tidak terlalu menjawab sok tau mengenai hal ini. Tapi sungguh mengenai paradox kembar aku baru tau saat itu, dan membuatku tertarik.

Duh Yayang kemana saja kau selama 2 tahun di SMA duduk di bangku fisika dan lupa sama sekali mengenai teori paradox kembar? Hahaha

http://www.forumsains.com/fisika/paradoks-kembar-7407/?wap2

http://nl.wikipedia.org/wiki/Relativiteitstheorie

Dan dari percakapan semalam menambah keyakinanku bahwa masa akan berbeda, itu sudah jelas! Satu hari di bumi akan berbeda dengan satu hari di akhirat.

Rotterdam, 1 Feb 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s