Ibu kita Kartini

Apa kabar nya peringatan hari Ibu Kartini di masa kini? Masihkah diperingati seperti di jaman kecilku dulu?

Dulu setiap tanggal 21 April, maka kami akan mengenakan baju daerah, kebanyakan hanya anak perempuan yang berbaju daerah, sedangkan anak lelaki lebih memilih tetap berseragam sekolah. Hingga kini aku masih ingat kebaya apa yang aku kenakan pada hari Kartini sewaktu aku TK dulu, kebaya krem mendekati oranye buatan ibuku, dan kain samping kepunyaan ibuku yang dilipat sedemikian rupa untuk dibuat pas ditubuh mungilku, dan tak lupa ibuku mengambil bunya dari vas bunga untuk dibuat hiasan diatas kepalaku, alhasil aku bagaikan vas bunga berjalan, hahaha.

Begitu aku pulang dari acara Kartini di sekolahku, aku menceritakan pakaian teman teman yang dikenakan saat itu, berkali kali aku antusias menceritakan seorang teman yang mengenakan baju daerah yang sangat indah sekali, kemudian dia bercerita bahwa baju yang dikenakannya adalah baju Bodo dari Menado. Aku bilang pada ibuku bahwa jika nanti ada peringatan hari Karini di sekolah aku ingin mengenakan baju Bodo, kemudian ibuku memperlihatkan buku pahlawan yang ada gambar RA Kartini, dan menunjukan bahwa Kartini mengenakan baju kebaya dari Jawa kemudian menceritakan mengenai siapa ibu Kartini. Singkat saja menurut versi ibuku, dia seorang wanita cerdas yang ingin selalu bersekolah yang berkorespondensi pada teman Belandanya dan dia tidak mengenakan baju Bodo. Mungkin saat itu yang ingin ibuku sampaikan adalah untuk menjadi cerdas dan berpikiran maju tidak melihat baju apa yang kita kenakan atau dari mana kita berasal.

Ketika usiaku mulai membengkak, dan aku mulai membaca beberapa artikel tentang Ibu Kartini, aku semakin mengerti untuk membuka wawasan mengenai arti emansipasi wanita yang terinspirasi dari Ibu Kartini. Jika kini emansipasi wanita selalu dikaitkan bahwa wanita bisa meraih karir setinggi mungkin sama dengan para lelaki, wanita di Indonesia selalu diingatkan untuk tidak melupakan kodrat sebagai wanita yaitu menjadi pendamping suami dan ibu yang baik baik jika ia punya suami ataupun anak.

Ibuku pernah bilang, aneh ya klo giliran wanita diingatkan untuk kembali ke dapur mereka selalu berteriak, udah ga jaman, ada emansipasi wanita! Eh giliran di bis kota dan ada wanita yang menggerutu karena dia berdiri dengan belanjaan penuh sedangkan di depannya ada laki laki yang dapat kursi dan lekker siten dengan enaknya, pasti lah si wanita sedikit kesal karena itu laki laki bisa duduk dengan enaknya tanpa menawarinya kursi. Ibuku bilang, jangan menyalahkan laki laki yang ga mau memberikan kursinya, ingat kan wanita sama dengan laki laki, tidak usah mengeluh! Itulah sebabnya, walau aku satu satunya perempuan dari 3 lelaki di rumah, kami semua sama, cuci pakaian masing masing, cuci piring siapa saja, dan masak bisa siapa saja. Dan tentu saja ibu selalu mengandalkan ayahku untuk membuat nasi goreng, hehehe. Emansipasi berjalan dengan tertib di rumah orang tuaku.

Dan aku kini telah menikah, pemikiran sudah di mindset dari awal, bahwa posisi suami istri di rumah sama, sama sama boleh mengambil keputusan penting untuk kepentingan bersama, tapi aku tetap bilang pada suamiku bahwa aku tetaplah makmum di rumah ini dan dia adalah nahkodanya alias imam. Dan dia masih tetap tidak mengerti saat aku masih juga selalu mengandalkan seluruh keputusan dan selalu minta pendapatnya. Dan yang lebih ekstrim adalah saat Luk menyatakan pemikirannya, bagi dia (Luc) tak apa jika aku ingin bekerja dan ternyata penghasilanku lebih besar darinya, dan bisa menghidupi kebutuhan seluruh keluarga, maka dia akan diam di rumah dan tidak keberatan mengurus anak anak. Dan jawabanku tentu saja………. No way! Kau harus tetap bekerja sayangku, hahaha.

Berikut aku lampirkan sedikit biografi RA Kartini yang diambil dari wiki, aku harap kalian yang membaca Note ini membaca juga penjelasan dari wiki hingga tamat. πŸ™‚ Dengan harapan, jika sering membaca sepak terjang para Pahlawan maka akan terinpirasi juga untuk lebih mencintai bumi kita Pertiwi dan berusaha untuk tidak terjebak dalam lingkaran sifat korup yang ternyata makin jelas terlihat di depan mata kita.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini

So you guys…..tetap semangat untuk membuktikan bahwa kita termasuk putra dan putri bangsa Indonesia yang konon bangsanya dipuja puja bangsa πŸ™‚

Rotterdam, 21 April 2011

Image

Jl. RA Kartini di kota Utrecht Selain di kota Utrecht, nama Kartini juga dijadikan nama jalan di kota Amsterdam, Venlo dan Haarlem

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s